Seni

Seni

Kamis, 21 November 2013

Ibarat Tajwid


Saat pertama kali berjumpa denganmu, aku bagaikan berjumpa dengan saktah, hanya bisa terpana dengan menahan nafas sebentar...

Aku di matamu mungkin bagaikan nun mati di antara idgham billaghunnah, terlihat, tapi dianggap tak ada

Aku ungkapkan maksud dan tujuan dengan melamarmu seperti Idzhar, jelas dan terang

Jika mim mati bertemu ba disebut ikhfa syafawi, maka jika aku bertemu dirimu, itu disebut cinta

Sejenak pandangan kita bertemu, lalu tiba-tiba semua itu seperti Idgham mutamaatsilain, melebur jadi satu.

Cintaku padamu seperti Mad Wajib Muttasil, paling panjang di antara yang lainnya...

Setelah penghulu, wali dan saksi berkata "SAH", hatiku rasanya seperti Qalqalah kubro, terpantul-pantul dengan keras

Dan akhirnya setelah lama kita bersama, cinta kita seperti Iqlab, ditandai dengan dua hati yang menyatu

Sayangku padamu seperti mad thobi'I dalam Al-qur`an, Banyaakk Sekali.....

semoga dalam hubungan pernikahan ini, kita ini seperti idgham bilaghunnah ya, cuma berdua, lam dan ro'

Meski perhatianku ga terlihat kaya alif lam syamsiah,cintaku pdmu spt alif lam Qomariah, terbaca jelas...

kau & aku spt Idghom Mutaqooribain.. perjumpaan 2 huruf yang sama makhrajnya tapi berlainan sifatnya...

Aku harap cinta kita seperti waqaf lazim, terhenti sempurna diakhir hayat...

Sama halnya dgn Mad 'aridh dimana tiap mad bertemu lin sukun aridh akan berhenti, seperti itulah pandanganku ketika melihatmu.

Layaknya huruf Tafkhim, Namamu pun bercetak tebal di fikiranku

Seperti Hukum Imalah yg dikhususkan untuk Ro' saja, begitu juga aku yang hanya untukmu.

Semoga aku jadi yang terakhir untuk kamu seperti mad aridlisukun ..

**

Kata-katanya indah sekali menurut aku.
Saya Baca ini di facebook waktu itu.
Tapi saya lupa dari mana.
Saya share yah bagi yang punya kalimat indah ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar