Seni
Selasa, 16 September 2014
Pahlawanku
Hari ini tadi disempet-sempetin buat puisi,
Lantaran request dari adek kesayangan.
Jadi bisa nge-post juga deh.
Kalo ada kesamaan kata-kata jangan marah yah, karna banyak lihat inspirasi dari internet juga.
Ini dia hasilnya
__________________________________________
Sosok Pahlawan,,
Tak perlu kau cari dalam buku sejarahmu,,
Atau dalam cetita dongeng dilemari bukumu.
Mereka terpampang nyata dikedua pelupuk matamu.
Teringat aku akan sosok yang tiada duanya di dunia,
Sosok yang selalu menjadi inspirasiku,
Selalu menjadi panutanku dalam menjalani hidupku,
Dialah Ibu,
Meski dalam usianya yang semakin meruncing,
Dengan eriput yang terus menggerogoti,
Namun dialah bara api yang berkobar yang hanya padam oleh perintah-Nya.
Ibu,
Engkaulah telaga suci dengan air yang mengalir tanpa henti,
Untuk kami anak-anakmu.
Kecemasanmu, Ratapanmu dan setiap tetes kegelisahanmu
Adalah ayat yang menjadikan telapak kakimu sebagai syurga bagi anak-anakmu.
Cintanya bagaikan cucuran telaga zam-zam,
Luasnya proyeksi galaksi-galaksi-Nya,
Tingginya tahta samaa' ke tujuh,
Serta beningnya bias cahaya bintang yang tak pernah ada akhirnya.
Darah, daging dan air susunya semua menyatu dalam tubuh.
Maka wajar jika ibu selalu mengkhawatirkanmu dan memaafkanmu,
Walaupun kau telah mendurhakainya.
Lafaz yang terlontar dari mulutnya memang bukan rayuan indah dari kekasihmu,
Titah darinya kadang tak seindah motivatormu,
Dan tatapannya tidaklah semanis nasehat sahabatmu.
Karena ia memang bukan meraka
Ia adalah ibu
Dan yakinlah bahwa tak ada seorangpun yang rela mati untukmu didunia ini.
Selain Ibu.
Ayah,,
Jikalau ibu adalah surga didalam hidupmu karena semua telaga kasihnya.
Maka ayah adalah sosok lautan mengartikan kebenaran kepadamu.
Ayah memang tak mengandungmu,
Tapi darahnya mengalir di darahmu
Darinya kau warisi kedermawanan dan kerendahan hatinya.
Ayah memang tak melahirkanmu,
Tapi suaranyalah yang pertama mengantarkanmu pada Tauhid ketika lahir.
Ayah memang tak menyusuimu,
Tapi dari keringatnyalah tiap suapan yang menjadi air susumu.
Andai literan darah yang bercucuran dari tubuhmu Ketika membela keluargamu,
Maka itu belum mampu untuk membayar keringat ayahmu yang bercucuran demi menghidupi keluargamu.
Ayah,,
Adalah guru terbaik yang mengajarkan tentang kehidupan kepadamu
Sosok pahlawan yang sesungguhnya dalam hidupmu.
Langganan:
Komentar (Atom)
.jpg)