Seni
Senin, 30 Desember 2013
Hakikat Mencintai
Ketika muslimah jatuh cinta..
Biarkan cinta itu tersimpan dalam diam..
Jagalah cinta itu agar tetap berada dalam fitrahnya..
Selayaknya seorang muslimah menjaga izzah dirinya..
Jangan biarkan cinta itu jatuh..
Terjerumus ke dalam jurang hitam kelabu..
Jurang yang penuh bujuk rayu dan hawa nafsu..
Membuat hati mati dan kehilangan jati diri..
Hanya sesal yang tersisa di kemudian hari..
______________________________________
Saya kutip dari fanpage :
https://www.facebook.com/DakwahMuslimah
______________________________________
Menurut saya yang juga mengambil sebagian kata-kata dari fanpage Tere Liye.
__________________________
Seseorang yang mencintai orang lain dalam diam.
Adalah salah satu cara untuk menyembunyikan perasaan tersebut dari Syaiton.
Saking seseorang itu memendam dan menyimpan rapat-rapat perasaan itu.
Syaiton sampai tidak mengetahuinya.
Tapi tenang saja,,
Ia hanya akan menyembunyikan perasaan cinta itu dari Syaiton.
Tapi tidak dari Allah.
Semoga Allah menjodoh ia dengan orang yang telah dimuliakannya itu.
Bahkan hanya dalam diamnya.
Obat dan Penyakit
" Berjilbablah kamu wahai cintaku. Karena kau adalah seorang muslim wanita..
Aku akan menuntunmu menjadi wanita sholeha"
____________________________________
" Aku berikan alquran ini untuk selalu kau baca cintaku,,,
Aku mencintaimu karena Allah. Mau kah kau jadi pacarku?? "
____________________________________
Modus banget sih..
Ngakunya cinta karena Allah, tapi tetep aja ngajak pacaran.
Disuruh pakai hijab, tetapi tetep di ajak zina.
Kalo memang cinta harusnya dinikahi, bukan diajak pacaran.
Itu sama aja kayak ngasih obat sekaligus bawa penyakitnya.
Orang yang berpikir pasti akan memilih agar penyakit itu tidak datang.
Dari pada penyakit itu datang bersamaan dengan obatnya.
_______________________
Ingatlah,,
Janganlah sekali-kali
Seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita (Bukan mahramnya)
Melainkan yang ketiganya adalah syaitan.
(HR.Tarmidzi No 20165)
Kamis, 26 Desember 2013
Go Ahead
Untuk yang tak pernah nyaman
yang tak pernah berhenti mencari
Untuk siapa yang bertujuan untuk tersesat
mengikuti kemana hati ingin pergi
Untuk yang malu untuk malu
Berusaha sama agar berbeda
Untuk yang takut, takutlah pada penyesalan
Untuk sang pelopor dan sang pemberontak
Lupa daratan pada setiap tantangan dan kemungkinan
Untuk yang siap tersandung tanpa harus jatuh
Untuk yang siap mencari dan tersesat
Untuk yang siap hidup untuk diri
Go Ahead!
**
Salut sekali sama kata-kata di iklan rokok A Mild ini.
Go Ahead..!!
Itu kata kuncinya.
Benar-benar teriakan para idealis sejati.
Kata-kata indah buah pemikiran yang rasional.
Realistis dan NgeGaplok banget.
Salut..!
Kamis, 12 Desember 2013
Cinta Bersabarlah
Letto - Cinta Bersabarlah
Walau sehari ku tak berhenti
Untuk mencari bunga hati
Oh rasa cinta bersabarlah menantinya
Oh rasa cinta bersabarlah menantinya
Begitu lama aku mencoba
Dan sampai kini tak berdaya
Oh rasa cinta bersabarlah menantinya
Oh rasa cinta bersabarlah menantinya
Walau tak ku punya
Tapi ku percaya cinta itu indah
Walau tak terlihat
Tapi ku percaya cinta itu indah
Oh rasa cinta bersabarlah menantinya
Oh rasa cinta bersabarlah menantinya
Oh rasa cinta bersabarlah menantinya
Oh rasa cinta bersabarlah menantinya
Walau tak ku punya
Tapi ku percaya cinta itu indah
*
Walau kita cuma baca doang, dan gak tau lagunya.
Udah bisa dijamin kita bakal tau banget makna kata-kata diatas memang indah.
Lagu-lagu Letto memang semuanya bermakna indah.
Bagaimana tidak, pencipta lagunya memang pujangga.
Walaupun saya gak terlalu suka lagunya,,
Tapi saya suka sekali dengan maknanya.
Ini lagu dengan makna terlugas yang pernah saya tahu.
Rabu, 11 Desember 2013
Soundtrack Hello Goodbye
Hello,,
Jumpa lagi kita di soundtrack film...
Kali ini kita jumpa di Soundtracknya film Hello Googbye..
Filmnya sweet sekali menurut saya.
Cuma faktor korea yang saya gak suka difilm itu.
Sebuah rasa cinta yang sangat sederhana, tapi bagi saya disitulah istimewanya.
Ada dua lagu yang jadi soundtrack di film ini.
Lagu dari Ammir dan Lagu dari Eru feat Atiqa Hasiholan.
Lagunya gak kalah sweet loh..
This is it The Liric Of That Songs.
*
Ammir - I Love You
Ku terdasar di masa terdahulu
Tempat habiskan waktu bersama kamu
Di sudut itu ku cium pipimu
Ku genggam tanganmu dengan sederhana
Tak perlu bunga tanpa puisi dan lagu cinta
Tak perlu coklat buah Strawberry
Ini sederhana katakan cinta
Katakan dengan cinta
I love you
Katakan dengan cinta i love you
Cinta pernah jauh lebih sederhana
Tanpa ada cemburu tanpa logika
Tak perlu bunga tanpa puisi dan lagu cinta
Tak perlu coklat buah Strawberry
Ini sederhana katakan cinta
I love you katakan dengan cinta 3x
I love you 4x
I love you
**
Atiqa feat Eru – Black Glases
Kkah mahn ahn gyung eul ssuh yo
Ah joo kkah mahn bahm een deh mahl ee jyo
Ahp ee boh ee jeel ah nah doh gwaen chah nah yo
Nah neun ool goh sheep eun ppoon ee jyo
Bukan juga mauku untuk kau tinggalkan aku
Tak cuma air matamu tapi tangis kita berdua yang jatuh
Sarang hae yo nah doh ool goh ee ssuh yo oh nahn
Boh goh sheep uh suh mahn nah goh sheep uh suh chah
Rah ree jook goh mahn sheep uh yo
Mee ahn hae yo jahl hae joo jee moht hahn nah jee mahn
Ee byuhl gah jee doh sarang hahl guh yeh yo haeng bohk hahn
Sah rahm ee dweh uh joo seh yo, jeh bahl yo
Tak cuma rasa rindu, tapi kau buatku lebih
Tak cuma sekedar indah, jejakku kau yakini sebagai cinta
Sarang hae yo nah doh ool goh ee ssuh yo oh nahn
Boh goh sheep uh suh mahn nah goh sheep uh suh chah
Rah ree jook goh mahn sheep uh yo
Mee ahn hae yo jahl hae joo jee moht hahn nah jee mahn
Ee byuhl gah jee doh sarang hahl guh yeh yo haeng bohk hahn
Sah rahm ee dweh uh joo seh yo
Sarang hae yo nah doh ool goh ee ssuh yo oh nahn
Boh goh sheep uh suh mahn nah goh sheep uh suh chah
Rah ree jook goh mahn sheep uh yo
Mee ahn hae yo jahl hae joo jee moht hahn nah jee mahn
Ee byuhl gah jee doh sarang hahl guh yeh yo haeng bohk hahn
Sah rahm ee dweh uh joo seh yo, jeh bahl yo
Senin, 09 Desember 2013
Imamku
Untuk Engkau yang Telah Ditakdirkan Allah Sebagai Imamku...
Tahukah Kau Aku Sangat Merindukanmu..?
Namun Aku tak pernah mengharapkan pertemuan,,,
Apabila hatiku dan Hatimu Belum Siap..
Apabila Niatku dan Niatmu Belum Tepat..
Dan.
Aku Hanya Akan Selalu Bedoa Semoga Allah selalu melindungimu...
Selalu Menjaga Hatimu...
Selalu Menjaga Imanmu...
Serta Selalu Menjaga Ibadah dan Akhlakmu..
Hingga Nantinya Kita Dipertemukan Oleh Allah...
Pada Waktu dan Cara yang Indah Menurut - Nya..
Selasa, 03 Desember 2013
IBU
Ibu merupakan kata tersejuk yang dilantunkan oleh bibir – bibir manusia.
Dan “Ibuku” merupakan sebutan terindah.
Kata yang semerbak cinta dan impian, manis dan syahdu yang memancar dari kedalaman jiwa.
Ibu adalah segalanya.
Ibu adalah penegas kita dilaka lara, impian kita dalam rengsa, rujukan kita di kala nista.
Ibu adalah mata air cinta, kemuliaan, kebahagiaan dan toleransi.
Siapa pun yang kehilangan ibunya, ia akan kehilangan sehelai jiwa suci yang senantiasa
merestui dan memberkatinya.
Alam semesta selalu berbincang dalam bahasa ibu.
Matahari sebagai ibu bumi yang menyusuinya melalui panasnya.
Matahari tak akan pernah meninggalkan bumi sampai malam merebahkannya dalam lentera ombak, syahdu tembang beburungan dan sesungaian.
Bumi adalah ibu pepohonan dan bebungaan.
Bumi menumbuhkan, menjaga dan membesarkannya.
Pepohonan dan bebungaan adalah ibu yang tulus memelihara bebuahan dan bebijian.
Ibu adalah jiwa keabadian bagi semua wujud.
Penuh cinta dan kedamaian.
**
Ini adalah puisi karya Kahlil Gibran,,
Judulnya Ibu..
Yah, jika sudah disentil dengan dua hal paling berarti ini.
Aku pasti paling sensitif,,
Ibu dan Bapak.
Untuk semua hal yang gak bisa aku ungkapkan dan aku balas tentang apapun.
Kepada mereka.
I Love Ibu dan Bapak.
http://www.kumpulan-puisi.com/poetry-detail.php?id=176
Minggu, 01 Desember 2013
Aku Ingin Bersama Selamanya
Ketika tunas ini tumbuh,,
Serupa tubuh yang mengakar..
Setiap nafas yang terhembus adalah kata..
Angan, debur dan emosi,,
Bersatu dalam jubah berpautan..
Tangan kita terikat,,
Lidah kita menyatu,,
Maka setiap apa yang terucap adalah sabda pendita ratu.
Hahhh...
Di luar itu pasir..
Di luar itu debu..
Hanya angin meniup saja lalu terbang hilang tak ada.
Tapi kita tetap menari,,
menari cuma kita yang tahu..
Jiwa ini tandu..
Maka duduk saja..
Maka akan kita bawa...
Semua..
Karena kita adalah satu.
Ini adalah puisi dalam film Ada Apa Dengan Cinta (AADC),,
Saat Film pertama kali dimulai, kamar Cinta bersama teman-temannya.
Diringi petikan gitar Cinta.
Bagiku puisi sweet sekali.
Jumat, 29 November 2013
Teruntuk Sang Pemilik Sulbi
Aku mencintaimu,,,
Karena kau seumpana pagi,,,
Menyinari dan membangunkan dari mimpi...
Aku mencintaimu,,,
Karena kau seumpama siang,,,
Mengungkapkan kebenaran dan menyemangati...
Aku mencintaimu,,,
Karena kau seumpama sore,,,
Menenangkan dan mengindahkan...
Aku mencintaimu,,,
Karena kau seumpama malam,,,
Mendamaikan dan melindungi dari lelah...
Dan aku mencintamu,,
Karena kau laksana matahari,,,
Jauh namun menghangatkan...
Serta aku mencintaimu,,,
Karena kau laksana bulan,,,
Jauh namun menyejukkan...
Rabu, 27 November 2013
Soundtrack Perahu Kertas (Bagian 2)
Hehe...
Ini lanjutan soundtracknya para agen neptunus...
Dibagian ini, aku ngepost lirik lagu soundtrack Perahu Kertas yang liriknya bahasa inggris.
Huaaa...!!
Lagunya bener-bener so sweet deh.
Kalo baca sambil denger lagu nya yah..
A New World
By : Nadya Fatira
These days are gonna be those days
Which I’ll look back with a happy smile
And a twinkle in my eyes
And life will never be the same
A different life than the one we’ve had
From our simple, fun, fairytales
It’s strange, it’s a new, new world
It’s loud, it’s a hectic world
And I miss my home, I miss myself
And I miss you
And yet, I finally found that love
Inside my soul
And I jump in joy and I sing my heart away
Your face is gonna be that face
That I’ll look back with a loving smile
And a warm glow in my heart
And love will never be the same
A kind of love that I hold so dear
Yet I’m ready to let it go
Will you remember how we are?
Will you stay with me when I try
To be a better one for you?
In this new world…
*
How Could You (Movie Version)
By : The Triangle
For all the things that you said
For all the lines that we played
For all the very best dates
How could you do this to me
The things we did to stay sane
The walks we had in the rain
The places we used to hang
How could you do this to me
Oh well
Look at me now I’m falling in pieces
I don’t know what to do now
I’m lost within this fire
Oh well
Look at me now I’m falling in pieces
I don’t know what to do now
I’m lost within this fire inside me
For all the love that we share
For all the times that we blend
For all the path we walk down
How could you do this to me
The laughter under the star
The time you slept in my car
The people we made fun of
How could you do this to me
Oh..
Look at me now I’m falling to pieces
I don’t know what to do now
I’m lost within this fire
Oh..
Look at me now I’m falling to pieces
I don’t know what to do now
I’m lost within this fire inside me
This fire inside me
This fire inside me
This fire inside me
**
Behind The Star
By : Adrian Martadinata
Back to the days where I'm counting the years
Clock never seems to alive
And all I can do is believe what she said
Love never goes to sleep
But miles and miles away
Far across the sea
Thousand miles away
Far behind the star
I miss her uhh I miss her
Uhhh uhhh uhhhh
This is my story this my story
And miles and miles away
Far accross the sea
Thousand miles away
Far behind the star
I miss her uhh I miss her
Yeah, I miss her
Ohh, I miss her
***
Finish.
Ini semua soundtrack dari the amazing film Perahu Kertas.
Soundtrack Perahu Kertas
Hey Hey Hey...
Perahu Kertas Is In The House Again yoo...
Hehe,,
Kali ini aku mau ngepost lirik-lirik lagu yang jadi soundtracknya film Perahu Kertas Bagian 1 dan 2.
Seperti yang kita tau, kalo film kan cukup bikin kita terhanyut tanpa soundtrack yang mengiringi film tersebut.
Kalo lagi sedih yah sedih banget,,
Kalo pas bahagia yah jadi happy banget...
Sip Sip..
Dharam,,, Dharam...
Dan ini lah judul serta Penyangi dari soundtracknya Film Perahu Kertas itu..
Chek It Out...
1. Perahu Kertas (Maudy Ayunda)
2. 2 Manusia (Dendy Mike's)
3. Tahu Diri (Maudy Ayunda)
4. Langit Amat Indah (Rida Sita Dewi)
5. Cinta Yang Tak Mungkin (Elyzia Mulachela)
6. A New World (Nadya Fatira)
7. How Could You (Movie Version) (The Triangle)
8. Behind The Star (Adrian Martadinata)
And...
In This Moment,, aku mau post lirik yang bahasa indonesia dulu.
Perahu Kertas
By : Maudy Ayunda
Perahu kertasku kan melaju
Membawa surat cinta bagimu
Kata-kata yang sedikit gila
Tapi ini adanya
Perahu kertas mengingatkanku
Betapa ajaibnya hidup ini
Mencari-cari tambatan hati
Kau sahabatku sendiri
Hidupkan lagi mimpi-mimpi
(cinta-cinta) cita-cita
Yang lama ku pendam sendiri
Berdua ku bisa percaya
Reff:
Ku bahagia kau telah terlahir di dunia
Dan kau ada di antara milyaran manusia
Dan ku bisa dengan radarku menemukanmu
Tiada lagi yang mampu berdiri halangi rasaku
Cintaku padamu
*
2 Manusia
By : Dendy Mike's
Meski jalan ini masih kan terus berputar
Ujung jalan ini kau dan aku yang tahu
Semua yang tertawakan kita
Kan berbalik berharap menjadi kita
Meski awan ini masih kan terus membayangi
Warna langit ini sejatinya kita tahu
Ada dua bintang tuk kau dan aku
Menanti kita kembali tuk bersama
Di angkasa terlukislah kisah kita
2 manusia yang berputar demi cinta
Mungkin cuma aku dan kamu tak terperdaya akan badai ini
Mungkin cuma aku dan kamu yang percaya semua
Kan jadi nyata, kan jadi nyata oooh
Meski langkah ini kadang bertambah berat
Sudikah kau tunggu, relakah kau melepasku
Di angkasa terlukislah kisah kita
2 manusia yang berputar demi cinta
Mungkin cuma aku dan kamu tak terperdaya akan badai ini
Mungkin cuma aku dan kamu yang percaya
Semua kan jadi nyata, kan jadi nyata
Mungkin cuma aku dan kamu
**
Tahu Diri
By : Maudy Ayunda
Hai, selamat bertemu lagi..
Aku sudah lama menghindarimu
Sialku lah kau di sini
Sungguh tak mudah bagiku
Rasanya tak ingin bernafas lagi
Tegak bediri di depanmu kini
Sakitnya menusuk jantung ini
Melawan cinta yang ada di hati
Dan..upayaku tahu diri..
Tak slamanya berhasil
Pabila kau muncul terus begini
Tanpa pernah kita bersama
Pergilah,menghilang sajalah lagi
Bye, selamat berpisah lagi
Meski masih ingin memandangimu
Lebih baik kau tiada di sini
Sungguh tak mudah bagiku
Menghentikan sgala khayalan gila
Jika kau ada dan ku cuma bisa
Meradang menjadi yang di sisimu
Membenci nasibku yang tak berubah
Berkali-kali kau berkata
Kau cinta tapi tak bisa
Berkali-kali ku tlah berjanji
Menyerah....
Dan..upayaku tahu diri
Tak slamanya berhasil
Pergilah,menghilang sajalah
Pergilah,menghilang sajalah lagi...
***
Langit Amat Indah
By : Rida Sita Dewi
Lihatlah jauh,
Sejauh batas anganmu
Apa yang kau cari
Telah kau miliki
Bersamamu tanpa kau sadari
Ku yakin hujan kan berhenti
Terpana indahnya mentari
Kita yang menari
Berlagu misteri
Yang tersingkap
Tanpa tersadari
Yang kurasakan tak mungkin kuingkari
Di langit ini terlukis
Hatiku…
Dan birunya semakin biru
Tak kan berhenti
Seluas yang tak kan terperi
Dan kusadari
Memahami
Bersamamu langit amat indah
Yang kurasakan tak mungkin kuingkari
Di langit ini terlukis
Hatiku…
Dan birunya semakin biru
Tak kan berhenti
Seluas yang tak kan terperi
Dan kusadari
Memahami
Bersamamu langit amat indah
Seluas yang tak kan terperi
Dan kusadari
Memahami
Karenamu langit amat indah
Langit amat indah
Hidup amat indah
****
Cinta Yang Tak Mungkin
By : Elyzia Mulachela
Ku pejamkan mata ini
Ku tertidur tanpa lelap
Tapi ku bermimpi kau jadi milikku
Suaramu tetap bernyanyi
Walau sadar ku kian tak ada
Namun ku bahagia lagumu milikku
Indah senyumanmu takkan bisa pudar
Makin indah di hatiku
Walau ku sadari cinta yang tak mungkin jadi
Apapun yang kau ciptakan
Ku akan berjuang dapatkan
Jika kau bahagia aku semakin bahagia
Indahnya wajahmu takkan pernah sirna
Makin terang di hatiku
Walau ku sadari cinta yang tak mungkin jadi
Indah senyumanmu takkan bisa pudar
Makin indah di hatiku
Walau ku sadari itu cinta yang tak mungkin jadi
Meski ku tak bisa memiliki dirimu
Takkan ku berpaling pergi (berpaling pergi)
Makin aku mencintai ku lepas kau kekasih
Biar terbang tinggi
Cinta yang tak mungkin
Terbang tinggi
*****
Kamis, 21 November 2013
Ibarat Tajwid
Saat pertama kali berjumpa denganmu, aku bagaikan berjumpa dengan saktah, hanya bisa terpana dengan menahan nafas sebentar...
Aku di matamu mungkin bagaikan nun mati di antara idgham billaghunnah, terlihat, tapi dianggap tak ada
Aku ungkapkan maksud dan tujuan dengan melamarmu seperti Idzhar, jelas dan terang
Jika mim mati bertemu ba disebut ikhfa syafawi, maka jika aku bertemu dirimu, itu disebut cinta
Sejenak pandangan kita bertemu, lalu tiba-tiba semua itu seperti Idgham mutamaatsilain, melebur jadi satu.
Cintaku padamu seperti Mad Wajib Muttasil, paling panjang di antara yang lainnya...
Setelah penghulu, wali dan saksi berkata "SAH", hatiku rasanya seperti Qalqalah kubro, terpantul-pantul dengan keras
Dan akhirnya setelah lama kita bersama, cinta kita seperti Iqlab, ditandai dengan dua hati yang menyatu
Sayangku padamu seperti mad thobi'I dalam Al-qur`an, Banyaakk Sekali.....
semoga dalam hubungan pernikahan ini, kita ini seperti idgham bilaghunnah ya, cuma berdua, lam dan ro'
Meski perhatianku ga terlihat kaya alif lam syamsiah,cintaku pdmu spt alif lam Qomariah, terbaca jelas...
kau & aku spt Idghom Mutaqooribain.. perjumpaan 2 huruf yang sama makhrajnya tapi berlainan sifatnya...
Aku harap cinta kita seperti waqaf lazim, terhenti sempurna diakhir hayat...
Sama halnya dgn Mad 'aridh dimana tiap mad bertemu lin sukun aridh akan berhenti, seperti itulah pandanganku ketika melihatmu.
Layaknya huruf Tafkhim, Namamu pun bercetak tebal di fikiranku
Seperti Hukum Imalah yg dikhususkan untuk Ro' saja, begitu juga aku yang hanya untukmu.
Semoga aku jadi yang terakhir untuk kamu seperti mad aridlisukun ..
**
Kata-katanya indah sekali menurut aku.
Saya Baca ini di facebook waktu itu.
Tapi saya lupa dari mana.
Saya share yah bagi yang punya kalimat indah ini.
Rabu, 20 November 2013
Aku Ingin Mencintaimu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat diucapkan
Kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada...
Karya : Sapardji Djoko Damono
**
Wah,,,
Dari smp dulu aku udah suka sekali sama puisi ini.
Naksir lah istilahnya.
Walaupun dulu aku nya masih anak smp yang secara harfiah gak paham sama arti sebenarnya.
Tapi semakin dewasa aku semakin paham akan arti puisi ini.
Dan semakin menyukai puisi legendaris ini.
Terima Kasih kepada Bapak Sapardji Djoko Damono,,
Yang telah menciptakan puisi amazing ini.
Senin, 18 November 2013
Terpukau
Lagi demen nih aku sama Lagu Astrid yang judulnya Terpukau ini.
Silahkan Dibaca,,
Sambil Denger lagunya lebih seru kayaknya.
:)
Aku memang belum beruntung
Untuk menjatuhkan hatimu
Aku masih belum beruntung
Namun tinggi harapanku
Tuk hidup berdua denganmu
Aku sempurna denganmu
Ku ingin habiskan sisa umurku
Tuhan jadikanlah dia jodohku
Hanya dia yang membuat aku terpukau
Aku sungguh sangat bermimpi
Untuk mendampingi hatimu
Ku masih terus bermimpi
Sangat besar harapanku
Tuk hidup berdua denganmu
Aku sempurna denganmu
Ku ingin habiskan sisa umurku
Tuhan jadikanlah dia jodohku
Hanya dia yang membuat aku terpukau
Denganmu aku sempurna
Denganmu ku ingin habiskan sisa umurku
Tuhan jadikanlah dia jodohku
Hanya dia yang membuat
Denganmu aku sempurna
Denganmu ku ingin habiskan sisa umurku
Tuhan jadikanlah dia jodohku
Hanya dia yang membuat aku terpukau
Perjalanan Masih Panjang
Aku tau perjalanan hidupku masih panjang.
Apapun itu aku bahwa semua masih panjang.
Semua hampir bisa aku rancang dan aku bayangkan.
Walau semuanya tak selalu jadi nyata.
Aku selalu merabanya.
Aku tau perjalanan hidupku masih panjang.
Walau aku tau hanya berjalan,,
Bahkan mungkin merangkak.
Karena aku takut akan kesombongan bila aku bisa berlari.
Hanya satu hal yang tak aku tau dari hidupku.
Tak dapat kuraba.
Dan tak dapat aku bayangkan dari mana arahnya.
Hal itu adalah jodohku.
Misteri itu terlalu semu untukku.
Namun bukan insan namanya bila tak berpasrah kepada Allah.
Selalu ada sejuta harap untuk hal itu.
Selalu ada kesiapan untuk hati itu.
Selasa, 12 November 2013
Aku Melihatmu Ditengah Hujan Batu
Namaku
Dirga, Dirgantara Amupraja. Aku adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Semua
adikku perempuan. Aku tidak terlahir dari keluarga yang kaya raya, tapi cukup
disegani dan berpengaruh disekolah. Aku tidak berasal dari keluarga yang broken home tapi aku sangat doyan
berantem dan tawuran.
Aku
hampir dikeluarkan dari sekolah
karena kenakalanku, tapi karena aku adalah andalan sekolah dalam olipiade sains
kimia, sekolah tetap mempertahankanku.
Siang
itu aku tengah nongkrong dengan
teman-teman satu genk ku ditaman
belakang sekolah kami. Kami cabut berlima disana.
“
lo gag masuk kelas dir? Ini kan jam nya lu masuk kelas.” Tanya Briant kepadaku.
“
iyah nih, cabut mulu lo kerjanya. Kalo kita kan emank jam olahraga bray..”
tambah Riko lagi.
“
Ah brisik lo pada, gue males masuk. Bosen gue didalam kelas. Gag ada
pencerahan.” Jawabku santai sambil terus menghisap sebatang rokok ditanganku.
“
gimana bisa jadi dokter lu dir kalo males sekolah.” Celetuk Dimas.
Mereka
berempat serepak tertawa terbahak-bahak sambil melempar dimas dengan kotak rokok yang sudah kosong.
“
Sialan lo semua yah..! gue gag mau jadi dokter..!”
“ Sekiranya Dirga bisa memenuhi
cita-cita kami sebagai orang tua untuk menjadi seorang dokter.” kata Riko
sambil menirukan gaya papa nya Dirga.
” Nah gitu tu
kata bokap lo pas ceramah ambil raport lo kemaren”.
“
iyah bray, bokap lo kan selalu bilang gitu pas lo jadi juara umum.” Kembali
Briant menimpali “ kalo kita-kita ini kan emank bukan siapa-siapa, punya otak
juga udah seneng. Ya gag?”
Mereka
kembali tetawa mendengar perkataan briant.
“
yang mau jadi dokter kan bokap gue, bukan gue.”
Yah memang sejak kecil papa dan mama
selalu bercita-cita agar aku bisa menjadi seorang dokter. Karena Silvy adikku
mengalami cacat sejak lahir sehingga dia tidak bisa berjalan sampai usianya
menginjak 13 tahun ini, dan lebih tertarik dengan dunia musik. Dea adik
bungsuku juga lebih menyukai dunia modeling sejak masih di taman kanak-kanak
dan sekarang
duduk di kelas 5 sekolah dasar. Aku harapan papa dan mama satu-satunya, karena
aku cukup ekspert dibidang sains
sejak kecil. Tapi tidak pernah mau
menjadi seorang dokter, entah apa alasanku menolaknya. Dan aku lebih suka nongkrong
diterminal ketimbang mengerjakan semua perintah papa dan mama untuk belajar.
*
“
Bray, si edo kemaren jatoh didepan SMK Putra jaya..!” todong Briant pada aku and the genk yang lagi asik sarapan dikantin, walaupun bel
masuk sekolah sudah berbunyi.
“
serius lo bray?” tanya Riko.
“
serius lah.! Emank lo liat muka’ gue lagi becanda yah. Ini gag bisa dibiarin
bray..!”
“
setuju, kita harus bikin perhitungan sama anak-anak SMK Putra Jaya. Mereka udah
mulai bertingkah lagi tuh sejak penyerangan kita bulan lalu.” Kata Dimas.
“
Oke setuju, gimana menurut lo dir?” tanya Riko.
“
Ya udah tunggu apa lagi, kita habisin mereka pulang sekolah ntar..!” jawabku
menggerakkan mereka.
Pagi itu aku dan briant mempersiapkan
semua perlengkapan untuk menyerang anak-anak SMA Putra Jaya, yah tawuran lah
istilahnya. Sementara Riko dan Dimas mengumpulkan semua anggota untuk
penyerangan nanti siang. Dan kami sekali lagi meninggalkan semua mata pelajaran
hari ini.
Rupanya SMK Putra Jaya telah mendengar
rencana penyerangan kami, entah darimana sembernya. Dan meraka juga telah
mempersiapkan tentara perlawanan untuk kami. Karena SMA kami dan SMK Putra Jaya
memang merupakan musuh bebuyutan sejak jaman nenek moyang senior-senior kami.
Sesampainya didepan SMK Putra Jaya,
mereka telah menyambut
kami dengan puluhan anggota lengkap dengan broti, balok, batu, kayu dan semua
perlangkapan tawuran. Dan sejurus kemudian pertarungan itu tak bisa terelakkan
lagi, karena kami juga sangat emosi melihat tingkah dan tampang mereka.
Tawuran berlangsung cukup sengit, aku
yang tadinya berada dibaris depan terpaksa harus mundur karena sabetan balok membuat lengan kiriku memar. Aku
bersembunyi sementara dibalik pohon besar untuk menyiapkan tenaga dan serangan
selanjutnya. Tawuran kali ini memang cukup berat bagiku, karena anggota dari
masing-masing sekolah kami juga terus menerus bertambah. Suasana saat itu
seperti pertarungan dibawah hujan batu, karena tak henti-hentinya lemparan batu berdatangan dari segala
arah.
Tiba-tiba dalam pandanganku ada
seorang wanita yang tengah berada diantara kerumunan tawuran kami, mungkin dia
dari Putra Jaya karena aku tak pernah membawa murid wanita untuk ikut tawuran.
Atau mungkin dia terjabak disini saat tawuran ini berlangsung?. Aku merasa
cemas melihatnya. Tapi ternyata tidak, dia juga ikut andil dalam pertarungan
ini. Sama sekali aku tak melihat adanya ketakutan dari matanya. Dilihat dari
seragamnya dia memang anak Putra Jaya. Dalam hati aku kagum, ternyata ada wanita sekuat dia. Tapi
tak berapa lama kemudian, sebuah lemparan batu besar mendarat tepat dikepala
sebelah kirinya. Aku terlambat menyadarinya dan tak bisa mencegahnya. Dia
terjatuh dan pingsan.
Aku langsung berlari kearahnya dan
segerah menyelamatkan tubuhnya sebelum terinjak dan terkena benda-benda keras
lainnya. Aku menggendongnya dan membawanya menjauh dari keramaian, tapi kulihat
darah yang keluar dari kepalanya semakin deras. Aku takut, dan kuputuskan untuk
melarikannya kerumah sakit. Dan meninggalkan arena tawuran yang kupimpin. Darah
segar membasahi sebagian wajahnya yang putih, dan dia tetap terlihat sangat
cantik dalam kondisi seperti itu.
**
“
gimana keadaan gadis itu dok?” tanyaku pada dokter yang menangani gadis itu. Dokter itu
memanggilku keruangannya karena saat dia selesai menangani gadis itu, aku
sedang mengangkat telfon dari Briant.
“ namanya
laras yah?” tanya dokter itu. Aku hanya mengangguk ragu karena aku memang tidak
tau siapa namanya. Mungkin dokter itu melihat nametag dari seragamnya.
“
Laras gag apa-apa kok, tidak ada luka serius dikepalanya. Hanya saja tadi
lukanya tepat mengenai pembuluh darahnya, jadi darah yang keluar banyak sekali.
Dia sudah siuman kok tadi.”
Oh
syukurlah kalo dia gag kenapa-kenapa. Selesai mengucapkan terima kasih aku
langsung meninggalkan ruangan dokter itu dan berjalan menuju kasir untuk
menyelesaikan administrasi penanganan laras tadi. Setelah selesai aku langsung
menuju ruang IGD tempat laras ditangani
dokter untuk melihat bagaimana keadaannya.
Sesampainya aku di IGD, ternyata sudah tidak ada
siapa-siapa disana. Aku bertanya pada suster yang baru saja keluar dari ruangan
itu, katanya gadis yang ditangani disana sudah
meninggalkan IDG 10 menit yang lalu.
“ Dasar cewek preman, lagi
sakit juga masih bisa kabur.” Ucapku dalam hati sembari berjalan keluar dari rumah sakit.
***
Seminggu
setelah kejadian itu aku masih tidak bisa melupakan gadis itu. Kata dokter
namanya laras. Tapi aku juga tidak pernah bertemu dengannya lagi, karena tak
mungkin aku mengunjunginya ke SMK Putra Jaya. Gila’ aja, Bisa mati konyol aku dikeroyok satu
sekolah nanti.
Aku
tidak masuk sekolah hari ini, tapi juga tidak mau berkumpul besama dengan teman-teman
genk ku. Mereka masih sering
mengejekku karena aku kabur dari tawuran tempo hari sebelum polisi
membubarkannya. Aku berada diterminal bus sekarang, tempat alternatif nongkrong
favoritku selain club malam dan tempat ngepool.
Aku
duduk disebuah kedai kopi sambil menikmati sebatang rokok. Tiba-iba pandanganku
kembali diusik oleh sosok yang sama seperti saat tawuran waktu itu. Yah, tidak
salah lagi gadis yang menjadi tukang parkir itu adalah laras, gadis yang sama
yang ikut tawuran denganku. Aku langsung bergegas menghampirinya.
“
Hey, Lo Laras kan?” tanya ku padanya saat ia sedang menghitung beberapa uang
receh ditangannya. Dia sedikit terkejut dan memandangku.
“
Oh, Lu Dirga kan..” katanya sambil berjalan meninggalkan aku. Aku terkejut
karena dia tau namaku. Aku berlari
mengejarnya.
“
Kok lo tau nama gue? Lo kenal yah sama gue.” Tanyaku penasaran
Laras
berhenti dan duduk diwarung tempat aku duduk tadi.
“
kenal lah, kan lo yang udah bawa gue
kerumah sakit kemaren.” Jawabnya sambil meminum teh botol ditangannya.
“
kok lo kabur kemaren?”
“
Hehe, gue takut disuruh bayar biaya rumah sakit. Makanya gue kabur.” Jawab
laras sambil nyengir, cantik sekali.
“ harusnya
lo gag usah kabur, gue udah bayar semua kok.”
“
iyah makasih, tapi gue gag punya duit yah sekarang. Jadi kalo lo mau nagih,
sori banget yah. Lo urungin ajah niat lo. ”
“
siapa yang mau nagih, gue tadi kebetulan kok nongkrong disini. Oh iya, kok lo
tau nama gue, gue kan gag pernah memperkenalkan diri gue pas dirumah sakit.”
“
Siapa sih yang gag kenal Dirgantara Amupraja, Juara satu olimpiade sains kimia
sejakarta mewakili SMAN 10 Jakarta yang hobinya cabut, mimpin tawuran, ngeclub sama nongkrong di terminal.”
“
lo tau banyak tentang gue? Lo anak Putra Jaya yah?” tanyaku makin heran. Dia
mengangguk. Aku semakin tertarik berbicara dengannya. Benar-benar bikin aku
penasaran, kupesan satu lagi teh botoh untuk menemani perbincangan kami,
kayaknya bakalan panjang.
“
iyah lah, temen gue yang pinter-pinter kenal sama lo, yang preman-preman juga
kenal kan sama lo.”
“ Oh
yah, ajaib lo yah tau banyak tentang gue. Tapi kok gue baru liat lo jadi tukang
parkir disini. Gag sekolah lo?”
“ Hari
ini Cuma praktek doang tadi pagi. Gue mah kerja apa aja, kadang tukang parkir,
kadang pengamen, kadang jual koran, kadang jual rokok, kuli angkat barang, yah
macem-macem lah. Yang penting bisa makan sama bayar sekolah.”
“
Terus, kenapa
lo ikut tawuran kemaren?”
“
Oh, gue dibayar tu buat ikut tawuran.” Jawabya sambil tertawa ” kalo demo, kempanye
sama tawuran yang dibayar gue sering ikut.”
“
Cuma karena dibayar lo mau naruhin nyawa lo gitu? Kalo lo mati gimana?”
“
Nah lo bisa mikir lo rupanya, gue mah mending demi uang ikut tawuranan. Kao lo demi apa tawuran? Gag ada kan?. Kalo pun
misalnya gue mati gag masalah, gue gag punya siapa-siapa ini. Gue yatim piatu.
Nah kalo lo, lo punya keluarga kan?”
Aku mengangguk mendengar pertanyaan Laras.
Sepertinya dia benar, kenapa aku tidak pernah memikirkan perasaan keluargaku, dan apa tujuanku
dengan semua tindakan konyol ini. Aku menjadi semakin kagum dan penasaran
dengannya.
“ Keluarga
lo pengen lo jadi apa?” tiba-tiba Laras menodongku dengan pertanyaannya.
“
Heemm,, Dokter.” Jawabku singkat.
“
Nah keren tu, mereka pasti bakal mati-matian nguliahin lo ke jurusan kedokteran
deh. Gue juga dari kecil pengen jadi dokter, tapi gue realistis pas udah gede’, jadi dokter itu mahal.”
“
Trus sekarang cita-cita lo apa?”
“
Gue yakin gag bakal bisa kuliah pas udah kelar sekolah ntar, jadi setelah gue
lulus gue mau kerja pake skill gue.
Dan bisa cari duit lebih
banyak dari sekarang. Lagian kalo gue udah lulus ntar, waktu gue buat cari duit
jadi lebih banyak.”
Aku
heran sekaligus tertegun mendengar pernyataan demi pernyataan yang terlontar
dari gadis itu. Usia nya sama denganku, tapi dia jauh lebih kuat dariku. Sangat realistis dan
penuh semangat. Bisa-bisanya dia masih tersenyum dalam kehidupanya yang 1000
kali lebih keras dari kehidupanku.
“
Lo kelas tiga kan sekarang?” tanyanya sambil menyerakan uang kepada pemilik
warung. Sepertinya dia mentraktirku.
“
Iya, emank kenapa?”
“
Belajar lagi yang bener, jangan tawuran lagi. Lo beruntung masih punya orang
yang bisa lo perjuangin. Oke.”
Dia
berdiri dan berjalan meningalkanku, sementara aku masih mematung ditempat
dudukku memikirkan semua perkataannya.
“
Oh yah satu lagi dir, Gue titip cita-cita gue ke lo yah? Lo harus bisa jadi
dokter.” Dia menoleh kembali kearahku dan mengatakan kalimat itu sambil
tersenyum. Aku pun tersenyum membalasnya, dan mengangguk tanda setuju dengan tawarannya.
Sepulang dari terminal aku langsung menemui
papa dan mama, dan meminta maaf pada mereka. Aku berjanji akan berjuang untuk
memenuhi semua keinginan papa dan mama, untuk tidak membangkang lagi, untuk
tidak suka cabut lagi, untuk tidak tawuran lagi dan untuk tidak ke club malam
lagi. Lalu papa memintaku berjanji lagi untuk tidak nongkrong diterminal lagi. Tadinya
aku berpikir keberatan, karena aku pasti tidak bisa bertemu dengan Laras lagi,
tapi aku sudah berjanji untuk tidak membangkang lagi, jadi aku setuju dengan
papa. Silvy dan Dea adikku menangis melihatku memeluk papa dan mama, meraka
tidak pernah melihat aku sebaik itu.
Akhirnya, aku kembali menjuarai
olimpiade sains kimia sejakarta tahun ini. Dan mendapatkan beasiswa untuk
kuliah di UGM. Aku juga lulus dengan Nilai tertinggi ketiga sejakarta. Semua
teman-teman dan keluargaku bangga padaku. Ini semua karena kamu Laras, kamu
yang telah menyadarkanku.
Aku berjanji Laras, aku berjanji untuk berjuang
menjadi seorang dokter, untuk mewujudkan cita-citamu. Dan setelah aku menjadi
dokter nanti, aku akan mencarimu Laras, akan menjadikanmu bagian terindah
didalam hidupku. Karena kaulah inspirasiku, Laras.. kaulah gadis yang kulihat
ditengah hujan batu.
Jumat, 08 November 2013
Dalam Diam
Aku
tidak pernah tau siapa dia. Iya, tidak pernah tau. Bahkan sampai aku meletakkan
hatiku didalam hatinya. Aku juga tetap tidak tau siapa dirinya. Yang aku tau
hanyalah, dia mencintaiku. Dan itu yang membuatku mencintainya.
Arga
alvero, itulah satu-satunya yang aku tau tentang dia, namanya. Itupun baru aku
ketahui dalam surat yang dia tulis untukku saat terakhir kali aku melihatnya.
Setidaknya sebelum dia pergi meninggalkankku dan berjanji akan kembali lagi.
Mungkin itu alasanku kenapa aku menunggunya, dan memiliki alasan untuk
mencintainya.
Cerita
itu bermula enam bulan yang lalu, saat aku masih duduk dikelas satu semester
satu di SMA Jati Mulya. Sekarang aku sudah masuk ke semester dua. Aku merupakan
anak baru banyak yang banyak menyita perhatian para kakak kelas. Iyah, itu karen
aku adalah satu-satunya calon murid yang paling membangkang pas masa orientasi.
Jadi mereka banyak kenal sama aku dech.
Aku
rasa dia adalah kakak seniorku waktu itu, tapi aku tak pernah tau. Aku hanya
tau orang-orang sering bilang kalo dia selau memperhatikan aku dan selalu ada
dimanapun aku berada. Huft, menggangu
banget rasanya.
Aku
tidak pernah mempedulikannya. Yah, sama sekali tidak pernah mempedulikannya.
Mungkin karena terlalu terhanyut dengan kepopuleranku yang aktif menjadi
anggota OSIS. Padahal tujuanku menjadi anggota OSIS hanya lah untuk supaya
lebih dekat dengan kakak senior idolaku, Kak Reza sang ketua OSIS.
“
Eh Cin, kak reza nyariin kamu tu tadi” ucap via saat dia baru nemuin aku duduk
di kantin.
“ Ha..
Seriusan lu vi..???” sambut semangat dengan pernyataan via tadi.
“ iyah
serius gue, emank keliatan becanda apa yah. Itu ditunggu diruang osis katanya”
“oke-oke
gue kesana sekarang yah.” Girangku sambil langsung berdiri dan hendak berlari.
“Eh
mau kemana lu, tunggu dulu.” Via malah mencegahku dengan tarikan tangannya.
“apaan
lagi sih vi, gue buru-buru nih.
Tar kak rezanya keburu pergi kali. Kan lumayan ni pagi-pagi gue bisa ketemu dia
kan.”
“
Eh tunggu dulu, tu liat pemuja rahasia lu. Emank gag pernah absen yah dia
ngikutin lu.” Kata via sambil mengarahkan wajahnya ke bangku yang ada di pokok
kanan kantin.
Iya,
disana memang sedang duduk seorang pria dengan seragam sma yang memiliki wajah
lumayan tampan, tapi aneh. Dan orang-orang bilang dia adalah pemuja rahasiaku,
karena dimana ada aku disitu juga ada dia.
Aku
melihat kearah yang dituju wajah via, pria itu melihatku. Tapi ekspresinya
datar. Benar-benar aneh.
“
udah ah, orang aneh gitu gag usah diurusin yah.” aku berlari meninggalkan via yang
menggantikanku duduk dikursi kantin tadi.
*
“kak
reza cari saya?” sapaku ketika meihat sosok kak reza yang lagi duduk di kursi
ketua osis.
“
oh iyah cindy, sini duduk gih” perintah kak reza sambil menarikkan kursi
disebelahnya untukku. Sumpah, ini benar-benar mebuatku deg-degan.
“
ada yang bisa saya bantu kak?” tanyaku sembari aku duduk.
“
ada, kamu kamu mau kan jadi ketua panitia acara sekolah peduli minggu depan?”
Wah,
kak reza menawari aku menjadi ketua panitia di kegiatan bulanan sekolah. Aku
gag mimpikan?. Langsung saja aku iyakan permintaanya tak lebih dari 10 detik
aku perpikir.
“
iyah kak mau”
“
oke kalo begitu nanti sore kita rapat yah”
Aku
pergi meninggalkan ruang osis saat bel tanda masuk sekolah berbunyi, begitupun
kak reza. Kalian bisa bayangkan bagaimana perasaanku waktu itu? bahagia luar
biasa.
“
vi lu tau tadi kak reza bilang apa sama gue?” todongku ke via saat kulihat dia
sedang duduk dikursinya.
“
ha apa? Doi nembak lu yah?”
“
ih bukan lah”
“
wah, gag seru lah”
“
eh tetep seru kali, dia minta gue jadi ketua panitia kegiatan sekolah peduli.
Hebatkan ?”
“
dimana hebatnya? Itu artinya lu bakal jadi pengemis yang minta-minta barang
bekas dan sumbangan kelas-kelas. Lu kok mau sih?”
“ Whatever lah, yang penting gue bisa
dekat sama kak reza.”
Aku
dan via tak lagi melanjutkan perbincangan kami,
karena buk rahma guru matematika sudah memasuki kelas kami untuk memulai
pelajaran.
**
“
cindy, pulang bareng gue yuk. Gue gag dijemput nih” rengek via setelah
pelajaran selesai.
“
enak aja, gue ada rapat tau ama kak reza. Lu pulang duluan gih” jawabku
mengusirnya.
“
Ih, emnak dasar lu yah. Demi kak reza ajah lu biarin sahabat lu ini pulang
sendirian. Gag asik lu”
“
aduh vi, lu kan udah gede. Masak gag
bisa pulang sendiri sih.”
“
iya.. iya.. gue pulang. Awas lu ya minta-minta tolong ama gue lagi”
Aku
hanya tertawa mendengar perkataan via, dan ak membiarkan via berlalu
dihadapanku. Ya sudahlah, ucapku dalam hati sambil bergegas menuju ruang osis
untuk melangsungkan rapat yang tadi sedah kujanjikan dengan kak reza.
Rapat
berakhir dan mulai besok aku sudah harus disibukkan dengan kegiatan amalku
mengumpulkan sumbangan kegiatan sekolah peduli. Yah walaupun itu adalah
kegiatan yang paling kubenci bersama via dulu, tapi kali ini merupakan kegiatan
yang paing indah buatku. Hihi, demi kak reza.
“
cindy..!” panggil kak reza sambil berlari kearahku yang saat ini sedang berdiri
didepan pintu.
“
iyah kak..!” jawabku sigap.
“
makasih yah udah mau bantu kakak, kakak yakin kamu pasti bisa jadi panitia yang
baik.” Ucap kak reza sambil menggenggam tangan kananku.
OMG...
betapa terkejut dan gugupnya aku.
“ i
i iya kak, sama-sama”
“
ya udah kalo begitu aku duluan yah” kak reza berlari meninggalkan aku.
Aku
masih tak bergerak dari tempat aku berdiri tadi, serius aku bahagia banget. Aku
ciumi tanganku yang baru saja digenggam olehnya sambil melompat-lompat
kegirangan. Tapi lompatan dan ekspresi wajahku berubah saat ku tau pria aneh
itu ternyata duduk didepan ruang osis dan memperhatikan aku. Huh, menyebalkan.
Aku langsung berjalan meninggalkan ruang osis tanpa menoleh kearah pria itu.
***
“
wah banyak juga nih barang rampokan lu cin” ejek via yang sedari tadi ternyata
memperhatikan aku yang lagi membereskan barang-barang sumbangan dari para
siswa.
“
sialan lu vi, barang-barang penuh nerkah ni. Rezeky tau buat orang-orang yang
sodara-sodara kita dipanti asuhan” tangkisku dengan wajah galak.
“
oh yah? Kayaknya sekarang itu baru rezeky buat lu dech. Belum buat
sodara-sodara kita yah” ejek via lagi.
“
bener juga sih”. Jawabku sambil nyengir, lalu kami berdua tertawa bersama.
“
eh cin, ini ada barang sumbangan ni” kata seorang siswa dengan meletakkan
karton sebesar kotak TV 21 inch di sebelahku.
“
wow, banyak banget bro.” longokku kedalam karton besar itu.
“
mana bagus-bagus lagi masihan barangnya.” Via ikut-ikutan melihat isi didalam karton itu.
“
iyah beneran cin, barangnya masih bagus-bagus. Gag salah lu coy?”
“
ye.. bukan dari gue kali. Ini ada uang sumbangannya juga.” Siswa laki-laki itu
menyerahkan sebuah amplop berwarna coklat ketanganku.
“
Lha terus dari siapa? Ini juga uangnya dari siapa?” tanyaku heran.
“
Itu dari penggemar rahasia lu tu. Tadi dia nitipin ini ke gue. Udah yah gue
cabut dulu.” Kata siswa itu sambil keluar meninggalkan kami berdua.
“
Hebat tu cowok cin, gag nanggung-nanggung sumbangannya. Beneran cinta kali dia
tu cin ama lu.”
“
ah gag usah ngarang deh lu, lu kira lagi mata pelajaran bahasa indonesia nih.”
Sangkal ku dengan kesal.
“
kali ajah cin.”
“
ini juga barang buat buat gue kali vi, jadi lu gag usah berfatamorgana dech.”
“ yah
memang bukan buat lo kali cin, tapi itu namanya dia beneran simpati sama lu
cin.”
“
ah udah deh
vi gag usah ceramah lu, gue mau bungkus-bungkusin ni barang dulu.”
“
ya udah kalo gitu, gue ke kantin yah.” Via akhirnya berjalan ninggalin gue.
Biarin deh, daripada itu
bocah bawel mulu dan bikin gue naik darah.
Tak
lama kemudian kak reza datang mengahampiriku yang tengah sibuk membenahi semua
barang-barang yang terkumpul.
“
udah kekumpul banyak ni cin..?”
“
eh ada kak reza, iyah kak Alhamdulillah lumayan lah.”
“
bagus deh kalo begitu cin, acara penyerahannya kan besok. Jadi kalo baru
terkumpul sedikit kan gag seru juga”
“
Hehe, iyah juga yah kak. Makanya hari ini kita harus lembur kak, biar besok
tinggal serahin ajah.”
“ tapi
cin, aku gag bisa loh bantuin kamu lembur hari ini.”
“
Lha, emank kenapa kak?”
“ kakak
harus ngantarin mama kakak kerumah nenek nih cin, jadi kakak harus pulang cepet
deh.”
“
oh gitu yah kak, ya udah deh kak gag apa-apa kok cindy sendiri. Serahin aja
semua sama cindy yah kak.” Kekecewaanku ku tutupi dengan semangatku. Yah, biar
kak reza makin simpati sama aku.
“
aduh makasih yah cin, kamu itu memang is
the best deh. Kak reza
meninggalkanku sambil menepuk bahuku. Hemz, kecewa sih karena gag ditemenin,
tapi gag apa-apa deh. Mungkin ini hukuman karena niat aku dikegiatan amal ini
Cuma karena kak reza.
***
“
Gile..! udah jam 9 malam rupanya. Gawat gue mesti buru-buru pulang nih.” Segera
kurapikan semua barang yang sudah kubungkus dan kususun. Dan aku bergegas
meninggalkan ruang osis.
Sebagian lampu sekolah sudah banyak
yang dimatikan, karena memang ini sudah cukup malam. Semakin kupercepat
langkahku meninggalkan lorong sekolah yang terasa jadi sedikit angker.
Sesampainya di depan gerbang sekolah,
betapa terkejutnya aku ketika kulihat jalanan sepi dan tidak ada satupun
kendaraan yang lewat.
“
mana ada kendaraan lagi
mbak jam segini.” Kata satpam yang tengah duduk dipos.
“
iyah nih pak, kemalaman saya.”
Untung saja rumahku berada tidak jauh
dari sekolah, sekitar setangah jam lah kalo jalan kaki dari sekolah. Cukup
seram juga sih, karena daerah disekitar tempat tinggalku terkenal rawan dan
sedikit berbahaya jika malam hari.
Tak
berapa lama aku berjalan, aku merasa diikuti oleh sesorang. Dengan gerakan
penuh ketakutan kupalingkan wajahku kebelakang. Oh, ternyata benar. Pria aneh
yang kata orang penggemarku ternyata dia mengikutiku. Sedikit bersyukur karena
yang mengikutiku bukan orang jahat, tapi aku kesal kenapa dia selalu ada dimana
saja aku berada. Dan itu tandanya sedari tadi dia menungguku disekolah. Aku
berhenti dan berbalik kearahnya. Dia diam dan menunduk.
“
Lu tu siapa sih..?! kenapa lu selalu ajah ngikutin gue..!”. semprotku saat aku
berdiri tepat dihadapannya. Dia tetap diam dan hanya melihatku denga ekspresi
datar seperti biasanya. Gila, ini benar-benar gila. Dan aku tidak tau apa lagi
yang harus kulakukan selain kembali berjalan pulang kerumahku, dia tetap
mengikutiku. Aku tak peduli.
Sampai aku masuk kearea rumahku aku
tetap melihat dia berada tak jauh dari aku, tapi aku tak peduli dan menutup
pagar rumahku. Dia berjalan pulang sepertinya,
but i don’t care.
****
Aku berlari menuju ruang osis karena
aku sudah terlambat untuk mengantarkan barang-barang untuk kegiatan sekolah
peduli. Tapi sesampainya aku diruang osis, betapa terkejutnya aku ketika
kulihat tidak ada apa-apa dan tidak ada siapa-siapa disana. Kutanya pada
seseoarang yang sedang duduk didepan ruang osis, katanya anak-anak osis udah
berangkat kepanti asuhan dari satu jam yang lalu.
Kenapa mereka ninggalin aku? Tanyaku
dalam hati. Aku langsung bergegas menuju panti asuhan juga, mungkin mereka
meninggalkan aku karena aku terlambat.
Sesampainya aku dipanti asuhan itu,
aku lihat para panitia sudah membagikan sumbangan kepada para yatim piatu yang
ada disana. Aku langsung membantu
sebisaku, karena aku sadar aku sudah terlambat. Aku melihat kak reza tengah
asik bekerja dan bercengkrama dengan seorang wanita, tanpa melihatku sama
sekali. Dia adalah kak Nova, siswi sma kami juga dan dia adalah sekretaris
osis.
“
eh kak nova itu ceweknya kak reza yah sis?” tanyaku pada siska yang ada
disebelahku dan juga anak osis.
“
kemana ajah lu cin, kok baru tau sekarang..?”
Hampir
pingsan aku mendengar pernyataan siska barusan. Tapi berusaha tak kaget sama
sekali.
“
biasanya kan dia ketua panitia kegiatan ini, tapi karena kak siska lagi ada
olimpiade jadi lu deh yang jadi tumbalnya” sambung siska lagi dengan nada
datar.
Kali ini aku tak bisa lagi menahan kesedihanku karena
kak reza ternyata hanya memanfaatkan aku. Buktinya dia melupakan aku setelah
kegiatan ini berlangsung dan aku tidak berguna lagi. Aku berjalan menjauh
meninggalkan kegiatan.
Aku meneteskan air mataku diantara
lipatan kakiku sambil aku duduk di rumput taman belakang kota. Disini sepi,
jadi aku bisa menangis sekencang kencangnya tanpa ada yang melihatku. Tapi
tiba-tiba ada yang menyodorkan tissue kearahku, aku terkejut dan buru-buru
menyeka air mataku.
Ternyata dia adalah pria aneh yang
selalu mengikutiku seperti juga hari ini. Aku mengambil tissue itu, dan dia
pergi meninggalkan aku. Tapi dia tidak benar-benar pergi, dia mengambil jarak
setidaknya 5 meter dari tempat dudukku dan duduk disana. Aku tau dia terus
menemaniku, tapi aku tidak memperdulikannya. Aku terlalu sedih dengan kejadian
yang menimpaku. Tapi merasa nyaman karena ada yang memperhatikan dan menemaniku, sampai
matahari berjalan menyembunyikan dirinya.
****
“
ada yang aneh deh cin..”
“
apa? Kak reza? Gue udah gag ngefans lagi ama dia. Ilfil gue..!” jawabku dengan
ketus kepada via dikantin sekolah pagi itu.
“
bukan, tapi penggemar rahasia lu itu loh. Kok dia gag ada yah hari ini.”
“ iyah
juga yah...” kataku sambil melihat disekelilingku. Memang pria itu tidak ada.
Beberapa
hari kemudian aku tetap tidak melihat pria itu, dan aku semakin merasa
kehilangan. Aku sudah merasa terbiasa dijaga olehnya sejak dia menemaniku
berjalan pulang dan saat aku menangis ditaman.
Aku mencoba mencari dia, tapi aku tak
tau siapa namanya. Untunglah semua orang tau kalo dia pemuja rahasiaku, dan
mereka memberitahuku. Mereka bilang dia memang beberapa hari ini tidak masuk
sekolah tapi tidak tau apa alasannya.
Akhirnya siang itu ketika aku hendak
pulang sekolah, pak satpam sekolah menghampiriku dan memberiku sepucuk surat.
“
ini ada titipan dari pemuja rahasianya mbak” kata satpam itu.
“
terima kasih yah pak, bapak kenal yah sama orang itu pak?”
“
ya kenal dong mbak, dia mas Arga murid sekolah ini juga. dia kelas dua to
sekarang?” aku mengganggung, itupun baru kutau tadi.
“ tapi
kasian mas arga mbak, waktu liburan kenaikan kelas kemarin. Dia mengalami
kecelakaan. Dan kecelakaan itu merusak pita suaranya mbak, makanya dia jadi gag
bisa ngomong.”
Aku
tercengang mendengar pernyataan dari pak satpam, merasa sangat bersalah karena
telah memperlakukanya secara tidak baik. Aku segera pulang dan menuju kamar
untuk segera membaca surat dari arga. Kubuka surat darinya dengan amplop warna
biru muda.
Dear Cindy Anita
Aku
tau kamu tak pernah menerima aku dalam kehidupan kamu.
Aku
tau kamu merasa terganggu dengan keberadaanku.
Aku
tau kamu membenciku karena aku selalu membuatmu kesal.
Tapi kamu telah memberikan warna didalam
kehidupanku yang datar ini.
Tapi kamu telah menjadikanku bahagia dengan
kebiasaan baruku menemanimu.
Tapi aku ingin kau menungguku, menungguku
meyebutkan namamu dengan menggunakan suaraku.
Aku ingin itu....
Aku sangat mencintai kamu, dalam diamku...
Arga Alvero
Aku meneteskan air mataku ketika aku
selesai mebaca surat darinya. Aku tak tau kapan aku merasa dia mulai berati
bagiku. Tapi aku merasa sangat berharga ketika memberikan surat ini untukku. Dan
batinku berbisik lirih diantara tangisku
“
Arga, aku akan menunggu kamu.”
Langganan:
Komentar (Atom)










.jpg)



